Sepulang dari pengayaan, aku merebahkan diri dalam kamar. Badanku terasa remuk, aku sakit. Tetapi setelah melihat sekeliling kamar, disana terpampang jelas wajah orang-orang yang aku cintai. Entah mengapa rasa lelahku berangsur-angsur menghilang. Aku tersenyum melihat setiap wajah yang ada dalam foto itu. Tapi hari ini, sore ini, aku lebih tertarik menatap wajah kalian. Sembilan orang yang sangat berarti. Sembilan orang yang telah berhasil menorehkan warna-warna dalam hidupku.
Aku menatap foto yang tertempel didinding kamarku. Tak pernah ada rasa bosan untuk melakukan hal itu. Tapi kali ini pengelihatanku terasa berbeda. Ada rasa rindu yang sangat dalam pada sosok mereka. Entah darimana asalnya, tiba-tiba saja rasa rindu ini muncul. Tiba-tiba saja semua perjuangan itu terlintas. Kebersamaan yang telah kita lalui seakan menari-nari di dalam pikiranku. Aku mengeluh dalam hati, mengapa keadaan seolah tak memberi kami waktu untuk sekedar berkumpul bersama seperti dulu?!. Kami terlalu disibukkan oleh urusan masing-masing. Tak cukup banyak waktu luang untuk dihabiskan bersama.
Kalian ingat?
Disaat kita berkumpul, tertawa bersama, menangis bersama, bercerita tentang berbagai hal, melakukan sesuatu yang konyol, saling menakuti satu sama lain, saling menjahili bahkan saling menjatuhkan. INGAT?
Ingat saat-saat kita bersama? Saling menyemangati satu sama lain ketika kita terlalu lelah dengan amarah senior? Ingat ketika dulu kita terlalu sering berkeinginan untuk mengakhiri perjuangan kita? Tetapi selalu saja ada diantara kita yang saling menguatkan. Ingat ketika kita bersembunyi, menyiapkan racikan telurtepungtanahrumputkopi , kue tart dan hadiah kecil untuk memberi sebuah kejutan? Ingat ketika kepolosan dan keluguan kita yang membawa bencana? Ah, kalian. Kalian terlalu sulit untuk tidak dirindukan.
Kapan lagi kita makan bakso pusuk yang sangat nikmat karena semburan mbak pis itu? Kapan lagi kita bisa berpetualang menyusuri jalanan? Kapan lagi kita bisa memakai pakaian latihan yang sama? Kapan lagi kita berkumpul, saling berpeluk dan menangis bersama hanya karena teori keterbukaan?
Sungguh aku rindu kalian, sembilanorangjelek yang beberapa tahun ini sering bersama.
Hanya ingin mengungkapkan betapa aku menyayangi kalian, saudaraku.
Berharap kita masih punya banyaaaakk waktu untuk berkumpul bersama dan membuat cerita baru berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Leave ur comment here;